Coding
Ardana Yatra
19 Nov 2025
8 views
2 menit baca

Manfaat Menggunakan Laptop Sambil Diisi Daya untuk Performa Maksimal

Artikel ini mengulas secara ilmiah dan teknis mengapa mengoperasikan laptop dalam keadaan terhubung ke pengisi daya (dicas) seringkali menghasilkan performa komputasi yang lebih baik dibandingkan hanya menggunakan daya baterai. Hal ini terutama disebabkan oleh kebijakan manajemen daya internal yang membatasi kecepatan CPU dan GPU saat beroperasi pada daya baterai, serta kemampuan sistem untuk mengakses daya puncak yang stabil dari adaptor AC.

1. Manajemen Daya dan Peningkatan Kecepatan (Clockspeed)

 

Sebagian besar laptop, terutama model yang dirancang untuk gaming atau pekerjaan berat (workstation), memiliki sistem manajemen daya internal yang cerdas. Ketika laptop dijalankan hanya menggunakan daya baterai, sistem secara otomatis akan membatasi kecepatan operasi (clockspeed) dari komponen utama seperti Central Processing Unit (CPU) dan Graphics Processing Unit (GPU).

Tujuan: Pembatasan ini bertujuan untuk menghemat daya baterai dan mengurangi panas yang dihasilkan, sehingga memperpanjang masa pakai baterai.

Dampak: Dalam konteks performa, pembatasan ini berarti CPU dan GPU tidak akan mencapai potensi kecepatan penuhnya (misalnya, boost clock atau turbo frequency), yang menyebabkan penurunan frame rate dalam game atau waktu rendering yang lebih lama dalam aplikasi desain grafis atau video.

Ketika laptop terhubung ke adaptor AC, sistem akan mengidentifikasi sumber daya eksternal yang stabil dan kuat. Hal ini membuka batasan daya (power limit), memungkinkan CPU dan GPU untuk beroperasi pada kecepatan penuh atau bahkan melebihi kecepatan dasar mereka (overclocking ringan yang didukung oleh pabrikan, seperti Turbo Boost Intel atau Precision Boost AMD).

 

2. Stabilitas Daya Puncak (Peak Power Draw)

 

Komponen berdaya tinggi seperti prosesor high-end dan kartu grafis diskret (GPU terpisah) dapat menarik daya puncak yang sangat besar dalam waktu singkat, terutama saat memulai tugas berat. Daya yang diperlukan ini seringkali melebihi kapasitas keluaran daya yang aman dan berkelanjutan dari baterai laptop.

Adaptor AC: Adaptor AC dirancang untuk menyediakan daya puncak yang konsisten dan tinggi untuk jangka waktu yang lama, yang sangat penting untuk mempertahankan performa maksimal.

Baterai: Jika laptop hanya mengandalkan baterai, sistem akan menghambat permintaan daya puncak untuk mencegah penarikan daya berlebih yang dapat merusak baterai atau menyebabkan sistem mati mendadak (crash).

Oleh karena itu, mengisi daya sambil digunakan memastikan bahwa laptop dapat mengakses headroom daya yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi intensif tanpa throttling yang disebabkan oleh keterbatasan daya baterai.

 

3. Kesimpulan Teknis

 

Secara teknis, bagi pengguna yang membutuhkan kinerja terbaik—seperti gamer, kreator konten, atau pengembang software—menggunakan laptop dalam keadaan terhubung ke listrik adalah langkah wajib. Hal ini memastikan komponen hardware utama beroperasi pada spesifikasi daya dan kecepatan penuh yang dirancang oleh pabrikan, yang secara langsung menghasilkan performa yang lebih cepat, responsif, dan stabil.

Daftar Pustaka

Patil, P. M., & Agrawal, A. S. (2018). Performance Evaluation of Laptops under Different Power Saving Modes. International Journal of Computer Science and Network Security (IJCSNS), 18(1), 173-178.
Intel Corporation (2022). Technical Specification: Intel Dynamic Platform and Thermal Framework (DPTF). Intel Developer Zone. https://www.intel.com/content/www/us/en/developer/articles/technical/intel-dynamic-platform-and-thermal-framework.html
AMD Developer Central (2021). AMD Ryzen Power Management Guide for Mobile Processors. AMD Technical Documentation. https://www.amd.com/en/support/tech-docs